Semarak Hari Santri Tahun 2020 MAN 1 Surakarta

4:47 PM

Gelaran peringatan hari santri nasional 22 Oktober kembali menyapa. Peringatan ini menjadi hal yang penting karena tujuannya untuk mengingatkan masyarakat tentang resolusi jihad KH Hasyim Asyari 22 Oktober 1945. Resolusi jihad tersebut menggerakkan santri, pemuda, dan masyarakat untuk bergerak bersama, berjuang melawan pasukan kolonial yang puncaknya terjadi pada 10 November 1945.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta tidak mau ketinggalan dalam menyemarakkan peringatan hari santri. Bertempat di halaman dalam madrasah setempat, seluruh civitas madrasah, guru dan karyawan, mengikuti upacara secara virtual, kamis (22/10/2020). Hal ini terkait pandemi covid 19 yang tidak memungkinkan mengadakan upacara seperti tahun sebelumnya. Upacara virtual dengan cara menyimak prosesi upacara yang disiarkan langsung dari Kementerian Agama pusat melalui beberapa media yang bisa diakses secara online yaitu Channel YouTube, zoom dan website.

Menurut Suharno selaku waka humas, peringatan hari santri kali ini dilakukan secara virtual sesuai instruksi dari Kemenag Pusat.

"Tentu kami mengikuti apa yang menjadi arahan pusat. Seluruh unsur madrasah sangat mendukung terlaksananya upacara virtul," kata Suharno. Setelah mengikuti upacara virtual, tambah Suharno, dilanjutkan dengan kegiatan pengajian keluarga besar MAN 1 Surakarta. Kegiatan ini sudah rutin diadakan. Yang istimewa karena bersamaan dengan peringatan hari santri nasional. 

Tampil sebagai pembicara adalah KH. Mukhlis Hudaf, pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Hikam, Ceper, Klaten. Dalam kesempatan ini, KH. Mukhlis Hudaf menyampaikan alhamdulillah bahwa pemerintah telah memperhatikan umat Islam khususnya para santri. 

"Umat Islam, khususnya para santri, telah diakui kiprahnya, perjuangannya dalam mempertahankan kemerdekaan. Resolusi jihad telah menjadi sumber semangat untuk melawan NICA Belanda, sehingga tidak berlebihan jika tanpa para santri, Indonesia tidak akan meraih kemerdekaan seperti sekarang," urai KH. Mukhlis Hudaf.

Terkait tema hari santri nasional, kiai yang juga pengajar di MAPK MAN 1 Surakarta ini mengatakan, kesehatan adalah nikmat yang harus disyukuri. Sehat yang 'afiah menjadi dambaan setiap muslim. Ada dua versi sehat 'afiah yaitu di dunia dan di akhirat.

Sehat 'afiah versi dunia 

meliputi Ilmunya bagus dan semangat untuk mengajarkan, rajin ibadah, mencari rizki yang halal. Kemudian sabar dengan ujian/kesulitan serta banyak bersyukur.

"Sehat 'afiah versi akherat diantaranya di datangi malaikat Izroil dengan lemah lembut, tidak ketakutan saat di datangi malaikat Mungkar Nakir, dan termasuk golongan nama-nama yang masuk surga. Kemudian meniti sirothol mustaqim dengan cepat secepatnya, serta masuk surga dengan selamat.

Sebelumnya Slamet Budiyono selaku kepala MAN 1 Surakarta menyampaikan bahwa telah diadakan berbagai  lomba untuk guru, karyawan, dan siswa memeriahkan hari santri.

"Adapun jenis yang diperlombakan adalah lomba vlog bagi guru, siswa dan karyawan, lomba cipta puisi, lomba poster dan lomba khitobah," pungkas Slamet Budiyono.

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »