Salam Guru Penggerak

5:32 AM Add Comment

Menjadi guru penggerak harus kita mulai dari diri sendiri.  Kurangi banyak mengkritik orang lain dan perbanyak mengkritik diri sendiri. Dengan begitu engkau akan banyak belajar mentertawakan dirimu sendiri. 

Guru penggerak Indonesia maju semoga bukan hanya sekedar jargon semu.  Kita harus memulainya dari diri sendiri. Gerakkan dirimu,  gerakkan hatimu untuk mampu menggerakkan orang lain melakukan kebaikan.  Sebab hadiah melakukan kebaikan adalah kebaikan. 

Menjadi guru penggerak memang banyak tantangannya. Namun menaklukan diri sendiri jauh lebih sulit daripada menaklukan orang lain.
Teruslah bergerak melakukan perubahan dari apa yang disukai dan kuasai.  Perubahan itu bukan sekedar kata kata manis tapi tindakan nyata yang membuat guru menjadi mulia. Jadilah guru tangguh berhati cahaya.  

Sinarnya tak pernah redup dimakan usia. Guru yang tak tergantikan kehadirannya oleh teknologi terkini sebab guru selalu belajar sepanjang hayat. Menjadi guru penggerak mari kita mulai dari sekarang. 

sumber : Rusdi Mustapa S.Pd

HUT Cakra Yudha ke-32

6:02 AM Add Comment



Surakarta, 1 Februari 2020 Dewan Ambalan Man 1 Surakarta mengadakan kegiatan  HUT Cakrayudha ke 32. Agenda yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya ini dalamrangka memperingati ulang tahun Cakrayudha yang sudah menginjak usia 32 tahun. Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan dapat meningkatkan jiwa muda pada diri adik- adik peserta dengan cara memperingati hari lahirnya Cakra Yudha supaya dengan bertambah usianya kami harapkan dapat selalu jaya dan bersinar selamanya. Kegiatan ini Sebagai tempat untuk melatih disiplin, yaitu dalam melaksanakan satya atau janji-janji Nya sebagai anggota gerakan pramuka.


Selama dua hari terhitung sejak tanggal 1 – 2 Februari berbagai kegiatan dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT Cakrayudha ke 32 diantara lomba tersebut adalah; lomab PBB, Lomba LCTP, Lomba PPCY, Lomba Semaphore yang diikuti oleh seluruh kelas X MAN 1 Surakarta.Puncak dari acaa HUT Cakrayudha adalah jalan sehat yang dilaksanakan pada hari Ahad, 2 Februari 2020 bekerja sama dengan KADAMANIS ( Keluarga Alumni Dewan Ambalan MAN 1 Surakarta). Turut hadir pula Kepala Kemenag Kota Surakarta sekaligus juga Alumni Dewan Ambalan MAN 1 Surakarta beliau bapak H. Musta'in Ahmad, SH,MH

MAN 1 Surakarta Meriahkan Garapan Massal Ratoh Jaroe

5:04 AM Add Comment


Suasana pagi di halaman balaikota Surakarta, ahad (2/2), terasa berbeda. Nampak ratusan orang, yang di dominasi para remaja putri, bersiap-siap untuk tampil di tempat yang menjadi salah satu ikon kota Surakarta itu. Mereka berasal dari berbagai sekolah di Solo raya, bahkan ada juga yang berasal dari jajaran kepolisian se Soloraya. Ada apakah gerangan ?
Pagi itu digelar acara tarian Aceh yang dilakukan secara massal yang diberi nama "Garapan Massal Ratoh Jaroe". Ada sekitar 1001 penari yang terlibat dalam kegiatan pagi itu. Ratoh Jaroe adalah persembahan tari aceh yang biasanya dilakukan oleh para wanita dengan jumlah penarinya genap. Gambaran Ratoh Jaroe adalah yang pernah ditampilkan saat pembukaan Asian Games beberapa waktu yang lalu. Acara ini dihelat oleh komunitas masyarakat Aceh di Surakarta dengan tujuan untuk lebih mengenalkan budaya Aceh khususnya tari.
Dalam kesempatan ini, tim tari Saman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta juga ikut serta memeriahkan acara yang baru perdana digelar di Surakarta. Menurut pembina tari MAN 1 Surakarta, Nurul Aini, kesempatan ini sangat langka karena diberi kesempatan untuk tampil di acara sebesar ini.
" Sungguh tidak di sangka bahwa kita mendapat undangan dari pihak panitia. Tentu saja ini jadi kebanggaan bersama bahwa ternyata kiprah tim tari Saman MAN 1 Surakarta telah dikenal khalayak luas," kata Nurul Aini. Karena itulah, lanjut Nurul, harus dijawab dengan penuh semangat dan bisa menjaga marwah madrasah.

Sebelum acara puncak, seluruh pihak yang terlibat telah mengadakan persiapan sebelumnya dengan mengadakan latihan bersama di tanggal 26 Januari 2020. Mereka dibimbing oleh tim panitia acara seputar gerakan yang akan ditampilkan. Berbagai formasi dan gerakan yang apik dilatih secara serius agar bisa menampilkan pertunjukan yang memuaskan masyarakat. Untuk tim dari MAN 1 Surakarta yang sudah familiar dengan gerakan tari Aceh, tidak menemui kendala selama latihan. Namun yang perlu diperhatikan adalah harus bisa bersinergi dengan ratusan peserta yang lain.
Sementara kepala MAN 1 Surakarta, Slamet Budiyono, sangat mengapresiasi apa yang dilakukan siswi-siswi MAN 1 Surakarta.
"Tentu saya sangat bersyukur dan bangga anak-anak kami bisa tampil di acara yang besar ini. Tentu saja ini tidak bisa lepas dari kiprah tim saman yang telah dikenal banyak orang. Hal ini menjadi semangat buat kita semua, seluruh stakeholder MAN 1 Surakarta, untuk selalu melakukan yang terbaik agar bisa membawa kemajuan buat MAN 1 Surakarta," pungkas Slamet Budiyono.

Sumber : Rusdi Mustapa, S.Pd