Musta'in Ahmad : Madrasah Harus Mampu Wujudkan Kemenag Jateng Majeng

6:51 AM

Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, Musta'in Ahmad, pada peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta, jum'at (28/8). Pembangunan ini berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Ditambahkan Musta'in, Kemenag Jateng Majeng artinya maju berkembang dan ikut andil serta tidak berpangku tangan untuk kemajuan bangsa dan negara. MAJENG adalah Moderat, Akuntabel, Jernih dan Ngayomi. 

Musta'in menjelaskan Moderat artinya mengembangkan moderasi beragama dengan memaksimalkan semua potensi yang ada di Kemenag Jawa Tengah. Akuntabel berarti semua unsur dari pimpinan sampai dengan pelaksana tugas harus sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Jernih adalah antara hati, fikir, ucapan dan perbuatan yang kita lakukan harus sama. Sedangkan Ngayomi artinya mampu memberikan rasa nyaman, perlindungan sekaligus mampu menyediakan jalan karpet merah bagi semua ASN. 

Madrasah sebagai bagian tak terpisahkan dari Kemenag harus ikut mewujudkannya.
"Karena itu pemanfaatan gedung yang bersumber dari SBSN harus digunakan untuk hal yang kontributif terhadap perkembangan madrasah. Madrasah harus mampu  merubah mindset masyarakat yang menganggap madrasah sebagai alternatif ke sekian dalam dunia pendidikan," urai Musta'in yang merupakan alumni MAN 1 Surakarta.

Sementara itu Slamet Budiyono menyampaikan bahwa MAN 1 Surakarta telah meraih berbagai prestasi di berbagai event perlombaan, baik level nasional maupun Internasional. 
"Alhamdulillah, MAN 1 Surakarta juga meraih prestasi sebagai satuan kerja yang menjadi pengelola SBSN terbaik tahun 2019. Prestasi ini harus terus ditingkatkan, salah satunya dalam moderasi beragama, dimana nanti di gedung baru ini,  akan disiapkan pojok literasi moderasi beragama," kata Slamet Budiyono.

Peletakan batu pertama pembangunan gedung pusat pembelajaran terpadu MAN 1 Surakarta ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan secara simbolis oleh Musta'in Ahmad selaku Kakanwil Kemenag Jawa Tengah yang diikuti oleh Slamet Budiyono selaku Kepala MAN 1 Surakarta. Ada yang istimewa dalam seremonial kali ini, yaitu hadirnya para sesepuh mantan kepala MAN 1 Surakarta. Hadir diantaranya Muhammad Jazid, Agus Hadi Susanto dan Hariyadi Purwanto. Juga dihadiri oleh tamu undangan, baik dari unsur Kanwil Kemenag Jawa Tengah maupun Kantor Kemenag Kota Surakarta. Turut hadir juga kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Surakarta, kepala Madrasah Aliyah Negeri 2 Surakarta, tokoh-tokoh masyarakat beserta stakeholder.

Pembangunan gedung pusat pembelajaran terpadu MAN 1 Surakarta  senilai hampir 9 milyar ini melengkapi pembangunan gedung laboratorium keagamaan terpadu yang telah dilakukan. Sehingga nantinya akan ada dua "menara kembar" yang menjadi ikon baru MAN 1 Surakarta sebagai motivasi dan penyemangat untuk meningkatkan prestasi di berbagai bidang. (rsd/my/bd)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »